27 April 2008
20 April 2008
3 Bocah Terpanggang di Kuin
Sumber : Bpost Online
Sabtu, 19-04-2008 | 01:45:32
• Sang Ibu Luka Parah
BANJARMASIN, BPOST - Api melalap enam rumah rumah di Gang Rahmat RT 16, Kuin Utara, Banjarmasin, Jumat (18/4) malam. Tiga bocah kakak beradik tewas terpanggang dalam musibah ini.

TEWAS TERPANGGANG - Juliansyah (pakai peci haji) mengamati jenazah tiga anaknya yang hangus terbakar di kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, Sabtu (19/4) dini hari. Tiga anak tersebut tewas saat kebakaran di Gang Rahmat RT 16 Kuin Utara, Banjarmasin. BANJARMASIN POST/APUNK
Ketiga bocah nahas itu adalah Ahmad Khusari Supriyanto (8), Rasyid Sulaiman (4) dan Hayatul Nufus (3). Mereka adalah anak pasangan Septianingsih dan Juliansyah. Septianingsih juga mengalami luka bakar serius di wajah, tangan dan kaki sehingga harus menjalani perawatan di RS Ulin Banjarmasin.
Saat kejadian, Juliansyah sedang tidak berada di rumah. Dia di rumah salah seorang teman. Menurut para warga, Juliansyah adalah imam masjid Sultan Suriansyah.
Saat api melalap rumahnya, Septianingsih sempat berteriak-teriak menyebut anak-anaknya yang terperangkap dalam kobaran api itu.
Informasi yang dihimpun BPost, api diduga berasal dari obat bakar anti-nyamuk dari salah satu rumah. Karena kondisi rumah dari papan yang saling berdekatan dan sulitnya mobil barisan pemadam kebakaran (BPK) memasuki gang tersebut, api dengan cepat membesar.
Saat ditemui RS Ulin, Johansyah terlihat sangat syok. Meski dengan dipapah sejumlah relawan BPK, dia menyatakan ingin melihat jenasah anak-anaknya. Begitu melihat jenasah anak-anaknya yang terbujur di ruang mayat, tubuhnya langsung lemas.
“Saya mendengar ada kebakaran. Saya langsung bergegas pulang dengan naik sepeda pancal. Saya terobos jalan-jalan, ternyata rumah saya ikut terbakar. Saya cari anak-anak dan istri saya namun tidak ketemu. Akhirnya saya diberitahu mereka dibawa ke rumah sakit ini,” ujarnya.
Peristiwa ini mengingatkan pada kejadian serupa pada di RT 27 RW 08 Dahlia Ujung, Teluk Tiram, pada 12 Oktober 2007. Kebakaran yang terjadi saat umat Islam menjalankan Salat Idul Fitri ini menewaskan seorang laki-laki bernama Ahmad Muchtar (70). Dia diduga menderita lumpuh sehingga tak bisa keluar dari jebakan api.
Kebakaran dengan korban tewas juga pernah terjadi di Desa Kampung Baru, Batulicin, Tanah Bumbu (Tanbu). Kebakaran pada dini hari itu menghanguskan 24 rumah. Salah seorang warga, Fahriah (13) tewas ditelan api.
Pada 30 Oktober 2005, tiga orang juga tewas dalam kebakaran yang terjadi di Hotel Metro, Jalan Mayjen Soetoyo, Banjarmasin. Ketiganya adalah tamu hotel. Mereka adalah seorang ibu dan dua anaknya. Sedangkan laki-laki yang diduga suami dari perempuan itu, menghilang. Hingga kini, identitas laki-laki itu belum terkuak. (bb/tin/ais/cc)
17 April 2008
YB7ZMS on WEB
YB7ZMS sebagai Club Station Emergency Freq 145.000,00 Organisasi Amatir Radio Indonesia yang berlokasi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan selain bisa dihubungi melalui perangkat radio, sekarang bisa dijumpai melalui web (baca: Internet).
Sebagai Paguyuban ORARI, dengan harapan bisa memberikan informasi dan dukungan komunikasi lebih universal dan global.
-
Cerio 45
Subscribe to:
Posts (Atom)
